Wednesday, April 24, 2013

Contoh Karya Tulis Sederhana ~ Si Pesimis VS Si Optimis

KATA PENGANTAR
                 Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nyalah saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Sederhana saya ini, untuk memenuhi nilai ujian praktik Bahasa Indonesia yang telah diberikan oleh Guru Bahasa Indonesia saya,Bapak Kasto S.pd di SMP Negeri 1 Malang.
          
           Karya Tulis Sederhana ini merupakan salah satu kurikulum Bahasa Indonesia yang sangat bermanfaat bagi pendidikan saya. Saya sangat berterimakasih kepada:
1.     Kepada Guru Bahasa Indonesia saya, Bapak Drs. Kasto S.pd yang telah memberikan tugas menulis Karya Tulis Sederhana ini kepada saya. Karena, dengan ini saya dapat belajar untuk membuat karya tulis saya sendiri dan belajar untuk mengamati dan mempelajari hal-hal yang menjadi pokok permasalahan di dalam kehidupan.
2.     Kepada kedua orang tua saya yang senantiasa mendukung saya untuk menyelesaikan Karya Tulis Sederhana saya ini dengan sebaik-baiknya.
3.     Kepada pihak-pihak, terutama teman-teman saya yang telah membantu saya dengan membantu saya untuk memberikan pendapatnya yang sangat berguna bagi penelitian saya ini.
           
          Semoga,pihak-pihak yang telah mendukung saya dalam menyelesaikan Karya Tulis Sederhana ini mendapatkan Rahmat dari Yang Maha Kuasa.Amin. karena berkat dukungan mereka semualah Kkarya Tulis Sederhana ini dapat tercipta dengan baik.
        
    Saya berharap,Karya Tulis Sederhana ini, mampu membantu orang lain dalam menyikapi suatu sifat yang negatif dan semoga Karya Tulis Sederhana ini mampu memenuhi kriteria penilaian ujian praktik Bahasa Indonesia saya.Saya menyadari bahwa Karya Tulis Sederhana ini masih jauh dari sempurna akan tetapi, saya senantiasa berusaha untuk melakukan yang terbaik.

Malang,...November 2011
Penulis

 Bab 1 PENDAHULUAN
Ø  1.1 Latar Belakang Masalah
Pesimis. Merupakan suatu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan, pesimis merupakan hal yang sering kali kita rasakan apabila kita sedang menghadapi atau melakukan sesuatu yang kita pikir, kita tidak akan pernah bisa melakukan atau melewatinya.

Tetapi, ada juga orang-orang yang selalu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang positif dan memiliki sifat untuk selalu merasa optimis. Bahwa, ia akan dapat melewati atau melakukan sesuatu dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Orang-orang yang seperti inilah yang biasanya mencapai keberhasilan lebih cepat daripada orang-orang yang selalu merasa pesimis dan selalu dikelilingi oleh rasa khawatir dengan apa yang tengah dilakukannya.

Disini, saya akan membahas tentang masalah orang-orang yang selalu merasa pesimis dan optimis, yang dalam hal apapun selalu bertolak belakang. Saya juga akan menguraikan beberapa hal atau ciri-ciri dari masing-masing sifat tersebut mulai dari akibat sampai pengaruh yang kerap ditimbulkan oleh rasa pesimis dan rasa optimis dalam praktiknya di kehidupan.

Lalu, saya akan memberikan tips-tips atau cara agar kita dapat menjauhkan dan menghilangkan rasa pesimis dari kehidupan kita. Dan menggantinya dengan rasa optimis yang mungkin dapat merubah pandangan sebagian orang akan kepercayaan terhadap apa yang dilakukannya itu memang benar dan yakin bahwa ia akan berhasil mendapatkan apa yang diharapkannya.

Ø  1.2 RUMUSAN MASALAH
v  Apa itu pesimis dan apa itu optimis?
v  Apa ciri-ciri orang yang pesimis dan orang yang optimis?
v  Mengapa kita sering merasa pesimis?
v  Apa yang menyebabkan kita merasa optimis?
v  Bagaimana kehidupan kebanyakan orang yang selalu pesimis?
v  Bagaimana kehidupan kebanyakan orang yang selalu optimis?
v  Apa dampak yang dapat ditimbulkan oleh kedua sifat tersebut?
v  Bagaimana cara menghindari sifat pesimis?
v  Mengapa kita harus selalu menjadi orang yang optimis?

Ø  1.3 TUJUAN PENULISAN
v  Adapun tujuan penulisan Karya Tulis Sederhana saya ini dengan judul Si Pesimis Versus Si Optimis :
o   Untuk meningkatkan kepercayaan diri dari orang-orang yang biasanya merasa pesimis.
o   Memberikan solusi bagi orang-orang yang pesimis agar dapat mengerti akan dampak yang dapat ditimbulkan oleh rasa pesimis tersebut.
o   Menguraikan sendiri mengenai rasa pesimis dan rasa optimis yang sering menyelubungi perasaan kita.
o   Mencari tahu penyebab timbulnya kedua sifat tersebut.
o   Memberikan pengetahuan yang mungkin akan berguna bagi jalan hidup mereka kelak.
o   Menjelaskan bahwa kedua sifat tersebut sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan dalam praktiknya di kehidupan.
o   Memberikan solusi tentang tindakan yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang terlalu pesimis maupun optimis untuk merubahnya.
o   Memberikan kesimpulan atas kedua sifat tersebut.

Ø  1.4 METODE PENULISAN
v  Angket
-Menyebarkan angket kepada beberapa anak untuk mengetahui pendapat ataupun pengalaman mereka mengenai rasa pesimis dan optimis mereka. Dan bagaimana rasa pesimis atau optimis itu mempengaruhi mereka.
v  Buku sebagai literatur
-Saya akan membaca buku-buku mengenai rasa pesimis dan optimis yang sekiranya dapat membantu saya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kemudian, saya akan membuat rangkuman atau menyimpulkannya secara langsung mengenai rasa pesimis dan optimis yang terdapat didalam buku.
v  Internet sebagai literatur
-Saya akan mencari artikel mengenai rasa pesimis dan optimis lalu menyimpulkan dan menuliskannya didalam Karya Tulis Sederhana saya.


Ø  1.5 SISTEMATIKA PENULISAN
v  Memberikan cover yang semenarik mungkin untuk menarik perhatian atau menimbulkan minat baca.
v  Menyajikan laporan yang seaktual mungkin demi kejelasan isi.
v  Memberikan contoh-contoh gambar pada tulisan agar pembaca tidak merasa bosan dalam membaca Karya Tulis Sederhana ini.
v  Menyajikan tulisan yang semenarik mungkin dan komunikatif agar mudah dipahami oleh pembaca agar pembaca tidak merasa jenuh dalam membaca.
v  Menyertakan contoh-contoh sifat tersebut dalam praktiknya di kehidupan agar mudah dipahami lagi.
v  Memberikan solusi pada masalah tersebut.
v  Menyajikan tulisan yang menjadi masalah dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan ulasan sejelas mungkin tentang masalah tersebut.
v  Berusaha untuk memberikan penyajian yang menarik.

             BAB 2. PEMBAHASAN MASALAH
Optimisme dan Pesimisme merupakan dua hal yang memiliki sifat berbeda. Sering kali,kita merasakan apa itu yang dinamakan pesimisme dan optimisme dalam kehidupan kita yang akan memberikan dampak,baik dampak yang buruk maupun yang baik. Adapun definisi kedua sifat tersebut adalah sebagai berikut:

            Optimisme merupakan sikap selalu memiliki harapan baik dalam segala hal, serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Sedangkan, Pesimisme merupakan pandangan yang akan menganggap kegagalan dari sisi yang buruk.

            Optimisme itu merupakan sikap yang sangat baik apabila kita sedang menghadapi suatu permasalahan yang sulit, Orang optimis menganggap masalah adalah hal yang sementara, terbatas dan bersifat eksternal. Orang optimis melihat kemalangannya itu hanya bersifat sementara,dan yakin bahwa hari esok ia pasti akan mendapatkan keberuntungannya.

            Sedangkan orang yang pesimis, menganggap permasalahan yang sulit itu bersifat permanen.Orang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kemalangan yang menimpanya kemudian membuat dirinya sendiri menjadi putus asa dan tidak mau berupaya untuk mengubahnya atau berusaha untuk menyelesaikan permasalahannya.

            Rasa pesimis itu biasanya disebabkan oleh keadaan yang tidak mendukung dan kemampuan kita yang terbatas. Contohnya, apabila kita sedang menghadapi ujian dan kita merasa bahwa ujian itu sangat sulit lalu, kita menjawabnya asal-asalan. Dalam hal ini, rasa pesimis itu dapat muncul dari dalam diri kita. Disamping karena kita tidak belajar dengan keras, kita juga meremehkan soal tersebut. Sehingga, pada saat kita merasa kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut, pikiran-pikiran negatif akan nilai kita membuat kita mengambil jalan keluar paling mudah,yaitu mencontek pekerjaan teman.

            Hal ini merupakan salah satu dampak dari pikiran yang pesimis. Orang yang terlalu pesimis, mudah sekali menyerah dalam menyelesaikan permasalahannya tersebut dan tidak mau berusaha untuk menyelesaikannya. Hal ini mengakibatkan orang pesimis melakukan hal-hal yang buruk, yang tidak bermanfaat sekali bagi kehidupannya kelak karena hanya akan bersifat sementara.

            Tetapi,orang yang optimis apabila merasakan hal yang sama seperti hal diatas, berupaya untuk menghindari hal tersebut dengan belajar keras di rumah pada saat mengetahui apabila akan menghadapi ujian. Apabila ia kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut, dia akan menjawab sesuai dengan apa yang dia ingat pada saat itu dan tidak akan mau mencontek pekerjaan temannya,karena dia tau bahwa hal itu merupakan sebuah kesalahan yang dapat menjerumuskannya ke dalam permasalahan dan kebiasaan yang buruk.‘Orang optimis selalu berusaha untuk menghindari kegiatan yang dilakukan oleh orang yang pesimis’.

            Orang optimis memberikan respon yang berbeda dalam menyikapi hambatan dan kesulitan yang ada, di bandingkan dengan orang pesimis. Orang yang memperlihatkan sifat tegar dan ulet dalam menghadapi kesulitan akan memberi dampak kesuksesan yang bebeda di banding dengan orang yang mudah depresi karena ketidakberdayaan.

      Penelitian saya mengenai orang yang pesimis adalah , orang pesimis kehidupannya lebih banyak dikuasai oleh pikiran yang negatif, hidup penuh kebimbangan dan keraguan, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, kepercayaan dirinya mudah goyah dan mudah putus asa kalau menemui kesulitan atau kegagalan, selalu mencari alasan dengan menyalahkan keadaan dan orang lain sebagai proteksi untuk membenarkan dirinya sendiri, padahal di dalam dirinya dia tahu bahwa betapa rapuh mentalnya, orang pesimis lebih percaya bahwa sukses hanyalah karena kebetulan, keberuntungan atau nasib semata.

            Sedangkan orang yang optimis, kehidupannya didominasi oleh pikirannya yang positif, berani mengambil resiko, setiap mengambil keputusan penuh dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang mantap. orang optimis bukanlah orang yang berpikiran positif karena melihat jalan mulus di hadapannya, tetapi orang yang mempunyai keyakinan 100% dalam melaksanakan apa yang harus diperjuangkan. Orang optimis tahu dan sadar bahwa dalam setiap proses perjuangannya pasti akan menghadapi hambatan-hambatan yang siap menghadang jalannya.

            Disini, sudah terlihat jelas bahwa menjadi orang yang optimis membuat kita dapat berpikir positif dan pantang menyerah dalam menghadapi hal serumit apapun. Selalu bangkit menjemput semangat yang baru apabila ia terjatuh dari jalannya dan mengalami kegagalan.’Kegagalan tidak akan pernah bisa mengalahkan mental orang yang optimis’.

            Menjadi orang yang pesimis sama saja dengan menjerumuskan kita kedalam permasalahan kehidupan yang tidak akan ada habisnya karena ia selalu berpikir negatif dalam menyikapi berbagai permasalahan dalam kehidupannya. Selalu mengaku kalah dengan mudah apabila ia melihat bahwa ia telah tertinggal jauh dari orang-orang optimis yang selalu melangkah didepannya.’Orang pesimis mudah sekali tersungkur dalam menghadapi permasalahannya’.

            Tentu saja menjadi orang yang optimis jauh lebih menguntungkan daripada menjadi orang yang pesimis yang dalam praktiknya di dalam kehidupan selalu mengalami berbagai kegagalan dan tidak mampu berdiri lagi untuk bangkit dari keterpurukan yang menimpannya. Mengambil langkah mundur, dan semakin menjauh dari keberhasilannya.

            Nabi Muhammad SAW. juga mengagumi dan memotivasi untuk memiliki sikap dan berjiwa optimis, sebagaimana beliau sangat jauh dari orang-orang yang pesimis, bahkan melarang takhayul dan "pandangan hitam/pesimis" terhadap masa depan. Berikut ini firman Allah SWT.:
   “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab:21)
Contoh orang yang pesimis

Contoh orang yang optimis 

Orang bijak pernah berkata,” Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan disetiap kesempatan. Namun, orang yang optimis selalu melihat kesempatan disetiap kesulitan.”
          
  Pesimis juga dapat menimbulkan berbagai penyakit, karena rasa pesimis dapat menyebabkan kita putus asa dan akhirnya, kita akan melakukan hal-hal yang buruk,contohnya: Meminum-minuman keras,berjudi, atau memakai narkoba. Ini dapat menyebabkan penyakit-penyakit dapat menyerang tubuh kita dengan mudahnya. Sistem kekebalan tubuh kita juga akan menurun apabila kita terus-menerus melakukan hal yang berbahaya tersebut.
           
Hasil penelitian menyebutkan adanya tingkat kematian terhadap pasien yang menunjukkan sikap pesimis terhadap kesehatan mereka, yaitu dua kali lipat dibandingkan dengan pasien lain.
         
Ternyata, rasa pesimis itu memiliki banyak sekali kekurangan. Disini, sudah jelas bahwa kita akan lebih memilih untuk bersikap optimis daripada berpikir pesimis,yang memang memiliki banyak sekali kekurangan yang dapat menjerumuskan kita ke dalam hal yang negatif.
            
Namun, ternyata menjadi orang yang terlalu optimis itu juga merupakan hal yang dungu, dan menjadi orang yang terlalu pesimis itu merupakan hal yang bodoh.

Mengapa demikian?         Karena Pesimisme adalah ‘musuh’ yang sering menyelamatkan kita dari bahaya, Optimisme adalah ‘kawan’ yang sering menjerumuskan. Hal ini terlihat dari sifat optimisme yang berarti menganggap enteng bahaya dan sifat pesimisme yang sering memunculkan sifat waspada pada diri kita.

Hal ini membuktikan bahwa Pandangan pesimistik berasal dari ketidaktahuan atau kebodohan, sedangkan sikap terlalu optimis muncul dari kedunguan. Semakin dalam kita memahami sesuatu, semakin sulit bagi kita untuk bertindak terlalu optimis atau pesimis. Karena keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

BAB 3. PENUTUP

    Ø  KESIMPULAN

Jadi,kita harus menyeleksi kapan saatnya kita harus bersikap pesimis dan kapan saatnya kita harus bersikap optimis. Karena , baik pesimis berlebihan dan optimis berlebihan sama-sama ‘berbahaya’ bagi diri kita.

Kita harus bisa menyikapi setiap permasalahan itu dengan proporsional. Pesimisme berlebihan berarti memandang terlalu rendah kemampuan diri kita sendiri, juga memandang kemampuan orang lain terlalu tinggi, sedangkan Optimisme berlebihan adalah kebalikannya, berarti memandang diri sendiri terlalu tinggi, sambil memandang rendah orang lain. Jadi,kita harus pandai-pandai menyikapi segala sesuatunya dengan bijak.

What do you think? :

5 comments:

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Translate

Search This Blog

よろしく!

My photo
Suka banget sama segala jenis buku, mau buku gambar, buku kosong, buku matematika, fisika juga oke, tapi gak perlu ngomongin nilai lah ya hehe. Suka dunia tulis-menulis sejak di Lauhul Mahfudz dan lagi gandrung banget nulis kata-kata baper padahal nggak kenapa-napa.

はじめまして !

ラトナジュウィタです、よろしくお願いします!
参加することはありがとうございました。 \(^o^)/ 楽しみてね 😘

友達になろう 😃

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda

Popular Posts

Powered by Blogger.

Atsuko Maeda (前田敦子)

Atsuko Maeda (前田敦子)
(ex member AKB48)
small rss seocips Music MP3
Hold my hand

Copyright © Ratna_Juwita 48 | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com