Wednesday, April 24, 2013

Virus


Virus pertama kali diungkap pada tahun 1883 oleh seorang ilmuwan Jerman yang bernama Adolf Mayer. Mayer melakukan penelitian terhadap penyakit mosaic yang menyerang tanaman tembakau, penyakit ini di tandai dengan adanya bercak – bercak berwarna kuning pada daun tembakau. A. Mayer menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang terjangkit pada daun tembakau yang sehat. Ternyata hasilnya adalah tembakau sehat tadi mengalami gejala yang sama dengan daun tembakau yang sakit. Disimpulkan bahwa penyakti mosaic ini dapat menular ke daun – daun yang sehat. Namun tidak ditemukan adanya mikroba penyebabnya. Meyer menduga waktu itu bahwa penyakit mosaic tersebut disebabkan oleh bakteri berukuran kecil yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya.

Sepuluh tahun kemudian sekitar tahun 1892 seorang ilmuwan Rusia bernama Dimitri Ivanowsky meneliti dan menguji kembali hipotesis A. Meyer. Perbedaaanya adalah Ivanowsky menyaring terlebih dahulu ekstrak daun tembakau yang terserang penyakit mosaik melalui saringan porcelain yang dibuat khusus untuk menyaring bakteri. Ternyata setelah disemprotkan ke daun sehat, esktrak yang telah disaring tadi masuk menularkan penyakit mosaik ke daun yang sehat. Akhirnya Ia menyimpulkan bahwa penyakit mosaik tersebut disebabkan oleh bakteri pathogen. Bakteri tersebut diperkirakan berukuran sangat kecil sehingga mampu melewati saringan.

Kemudian berdasarkan kesimpulan Ivanowsky seorang ilmuwan Belanda bernama Martinus Beijerinck (1851 – 1931 ) melakukan percobaan. Percobaan ini dilakukan dengan cara menyemprotkan hasil saringan ekstrak tembakau yang terkena penyakit ke tanaman sehat secara bertingkat . Ia mula – mula menyemprotkan ekstrak agen infeksi ke tanaman sehat sehingga tanaman tersebut tertular. Kemudian tanaman yang baru terjangkit tersebut dibuay ekstrak lagi dan kemudian disemprotkan kembali ke tanaman tembakau yang sehat lainnya. Setelah melakukan penyemprotan secara bertingkat tanaman yang sehat tadi menjadi sakit.

Beijerinck berkesimpulan bahwa penyakit mosaik mungkin disebabkan oleh partikel yang sangat kecil dan sederhana dibandingkan bakteri. Kesimpulan ini baru dapat dikonfirmasi pada tahun 1935 setelah ilmuwan Amerika Serikat bernama Wendell M. Stanley melakukan pengkristalan partikel penginfeksi tersebut yang kemudian dikenal dengan nama virus mosaik tembakau atau tobacco mosaic virus (TMV).

Virus yang pertama kali berhasil diidentifikasi dan dikristalisasi adalah Tobacco Mozaic Virus (TMV) yang menyebabkan penyakit mozaik pada tanaman tembakau. Adalah Wendell Meredith Stanley, ahli biokimia asal Amerika Serikat yang berhasil mengkristalkan virus tersebut pada tahun 1935. Penemuan virus ini tidaklah mudah, perlu waktu setidaknya 15 tahun sejak penyakit mozaik tembakau pertama kali diteliti oleh Adolf Meyer tahun 1883 hingga diketahui bahwa peyebabnya adalah virus. Pada tahun 1892 Dimitri Ivanowsky sempat menyimpulkan bahwa penyebab penyakit mozaik tembakau adalah senyawa toksin yang dihasilkan bakteri, namun pendapat ini dibantah oleh Martinus Beijerinck di tahun 1897 yang berhasil membuktikan bahwa benda tersebut bukanlah bakteri dan bukan pula senyawa kimia toksin.

Beijerinck mengulang percobaan Ivanowsky dengan menyaring ekstrak daun tembakau yang terinfeksi melalui suatu filter yang pori-porinya berukuran lebih kecil dari bakteri. Meskipun seluruh partikel dan bakteri sudah tersaring, namun air saringan (filtrat) yang lolos dari filter tetap menunjukkan kemampuan menginfeksi. Maka Beijerinck menyimpulkan bahwa benda tersebut adalah suatu agen penyakit jenis baru. Ia menamakannya contagium vivum fluidum (kuman hidup yang dapat larut) yang kemudian disebut virus . Beijerinck berkeyakinan bahwa virus itu berbentuk cairan di alam, namun belakangan Stanley berhasil membuktikan bahwa virus TMV dapat dikristalkan.
Struktur Virus

Ukuran tubuh virus sangat kecil, kira-kira 30 nm – 450 nm saja, jauh lebih kecil dari bakteri pada umumnya yang berukuran mulai dari 500 nm. Struktur tubuh virus sangat sederhana namun efektif, seperti tadi disebutkan bahwa virus hanya terdiri atas materi genetik (DNA atau RNA) yang dilindungi oleh selubung protein yang disebut kapsid, dan beberapa jenis virus kapsidnya diselubungi oleh amplop.

Berikut ini adalah struktur virus secara umum, masing-masing virus tentu saja memiliki struktur tubuh yang berbeda-beda bentuknya.

http://sciencebiotech.net/wp-content/uploads/2010/03/virus_structure.gif

What do you think? :

1 comment:

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Translate

Search This Blog

はじめまして !

ラトナジュウィタです、よろしくお願いします!
参加することはありがとうございました。 \(^o^)/ 楽しみてね 😘

友達になろう 😃

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda

Popular Posts

Powered by Blogger.

Atsuko Maeda (前田敦子)

Atsuko Maeda (前田敦子)
(ex member AKB48)
small rss seocips Music MP3
Hold my hand

Copyright © Ratna_Juwita 48 | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com