Saturday, April 02, 2016

Review Cerpen

Review Cerpenku “Selekas Gerimis, Setiba Hujan” Penerbit Gemamedia Wonosobo
Ratna Juwita



Yaa, kembali lagi dalam review cerpen kedua. Kali ini review tentang cerpen terbaruku yang berhasil juara satu di  event “Sahabat Istimewa” yang diselenggarakan oleh Penerbit Gemamedia Wonosobo, nih. Tentu saja akan ada yang setuju dan akan ada yang tidak setuju bahwa cerpenku layak untuk menduduki posisi itu. Aku tidak menghujat bagi yang mengatakan tidak layak, pun semoga tak sombong ketika dikatakan karyaku memang layak.


Semua penilaian kembali pada sudut pandang dan selera juri. Sama seperti ketika kita mengirimkan karya ke media cetak, lolos tidaknya bergantung pada selera editor. Kita hanya bisa komat-kamit berdoa setelah sebelumnya mengerahkan seluruh tenaga, perasaan, dan pikiran untuk membuat suatu karya. (Aciee bahasanya)
Tapi terlepas dari semua itu, ada harapan semoga akan ada sebagian besar orang yang merasa setuju bahwa karyaku memang layak. (hehe). Sudah, mari melanjutkan ke tujuan utama kita, yaitu review cerpenku yang masuk dalam buku setebal 300 halaman ini.
“Selekas Gerimis, Setiba Hujan” adalah kalimat yang kutemukan ketika sibuk memikirkan ide untuk lomba ini. Di tengah segara konsentrasi yang terpacu pada ide, di bawah guyuran gerimis hujan, muncul kalimat itu begitu saja. Ilham memang bisa datang dari mana saja, ya? Hehe.
Cerita bermula dari seorang anak yang cacat Polio sedari kecil. Ia tidak mau bersekolah di Sekolah Luar Biasa karena menurutnya hal itu hanya akan membuatnya mengingat bahwa ia memang orang yang cacat. Ia akhirnya memberanikan diri mendaftar di sekolah umu, meski dalam keadaan seperti itu. Tidak semua anak mau menerimanya apa adanya, tentu saja karena setiap orang memiliki sudut pandang dan kepentingannya masing-masing.
Namanya Sita, ia tidak disukai oleh tiga orang ‘sahabat’ yaitu Arya, Vina, dan Sarah, karena label ‘anak cacat’ yang disandangnya. Di situlah mereka mulai sering terjadi konflik. Cerpen ini juga berisikan masalah pembully-an yang acap kali terjadi di masyarakat sekitar serta minimnya perhatian berupa ‘bantuan’ secara moral terhadap pihak yang dibully.
Perilaku ini merupakan perbuatan ‘nyata’ yang dituangkan dalam bentuk cerita fiksi. Mengenai orang-orang yang seolah tidak mau tahu ketika di depan mata kepala mereka sendiri, sedang terjadi bullying. Sikap acuh tak acuh dari orang-orang inilah yang kemudian mendorong berkembangnya trauma dalam diri orang yang dibully.
Jujur saja cerpen ini sedikit banyak menguras perasaanku karena aku secara pribadi juga pernah dibully (ceilah curhat). Pengalaman yang kemudian membuatku trauma pada pelaku-pelaku pembullyan, menyebabkan turunnya tingkat kepercayaan diri, gangguan kenangan kelam masa lalu, dan janin (eh).
Yah, intinya seperti itulah isi cerpenku, untuk kelanjutan kisahnya, bisa dibaca sendiri di buku. Diorder gitu ceritanya ini lagi promosi. Setelah baca, kalian boleh mengkritikku atas segala kurang, atau justru memuji (hehe, pede banget bakal dipuji). Jujur saja, ini adalah cerpen pertama yang ketika kuselesaikan, hatiku bergumam: Ah, aku lega. Karena ini bukan cerpen pertama atau kesepuluhku, ini cerpenku yang ke lima puluh sekian, tapi ini pertama kalinya hatiku merasa seperti itu (Aceilah, udah ah).

Sampai bertemu di review selanjutnya! ^^
What do you think? :

2 comments:

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Translate

Search This Blog

はじめまして !

ラトナジュウィタです、よろしくお願いします!
参加することはありがとうございました。 \(^o^)/ 楽しみてね 😘

友達になろう 😃

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda

Popular Posts

Powered by Blogger.

Atsuko Maeda (前田敦子)

Atsuko Maeda (前田敦子)
(ex member AKB48)
small rss seocips Music MP3
Hold my hand

Copyright © Ratna_Juwita 48 | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com