Thursday, January 26, 2017

Review Novel : Alur Cerita Manis dalam “P.S. I LIKE YOU” karya Kesie West


Oleh : Ratna Juwita

Judul                      : P.S. I Like You
Penulis                  : Kasie West
Penerbit                 : Spring
Waktu Terbit        : November 2016
Halaman               : 367


         Apa yang akan kita lakukan jika ada orang dengan hobi yang sama, diam-diam mengirim surat di tengah pelajaran yang sangat membosankan? Apa yang kita rasakan ketika tahu ternyata orang itu memiliki ketertarikan terhadap lagu dan penyanyi yang sama? Bagaimana rasanya memiliki sahabat pena misterius yang sangat mengasyikkan?

         Semua itu dijabarkan dengan lugas oleh Kasie West dalam bukunya ini “P.S. I Like You”. Buku yang didominasi warna cream yang dipadukan dengan warna merah muda—warna yang seringkali dilambangkan sebagai warna cinta—ini memiliki judul dan tampilan cover yang menarik. Dari segi visualisasi cover, buku ini dapat dengan mudah menarik minat baca, terutama anak remaja dalam masa pubertas. Ditambah lagi, judul yang sangat mendukung penggambaran keseluruhan isi cerita dalam novel, semakin memberikan kesan “menggemaskan”.

         Cerita berawal dari Lily, seorang gadis SMA yang menuliskan lirik lagu favoritnya di atas meja saat pelajaran Kimia—pelajaran yang paling tidak ia sukai. Hari berikutnya, ia menemukan seseorang telah melanjutkan lirik itu dan bahkan menulis pean untuknya.

         Dari sini, jantung pembaca sudah diajak kebat-kebit gemas dengan cara tokoh berkomunikasi. Surat bukanlah sebuah pilihan utama di zaman seperti ini karena telah digantikan dengan teknologi telepon genggam yang lebih modern. Tentunya, cara komunikasi ini memberikan kesan tersendiri pada cerita yang disuguhkan. Terlebih lagi, kebanyakan remaja zaman sekarang—yang lahir di abad 20—tidak pernah melakukan cara komunikasi semacam ini.

         Lebih lanjut, cerita mengalir dengan tokoh utama Lily dan sahabat pena misteriusnya yang mulai saling berbagi rahasia dan mulai terbuka satu sama lain. Bahkan, Lily merasa mulai menyukai sahabat pena misteriusnya itu. Walaupun awalnya dia tidak berniat mengetahui sosok di balik surat misterius itu karena tidak percaya diri—ia menganggap dirinya bukanlah sosok wanita yang menarik, akhirnya rasa penasaran mengalahkan ketakutannya. Ia pun mulai mencari tahu sosok di balik sahabat pena misterius itu.

         Alur ceritanya tertata, khas novel remaja. Meskipun novel terjemahan, bahasa yang digunakan dalam novel ini pun ringan dan mudah dipahami. Tidak melulu mengenai kehidupan tokoh dengan sahabat pena misteriusnya, tokoh pun “diuji” melalui konflik dengan teman, musuh bebuyutan, hingga masalah keluarga. Pembaca digiring untuk menikmati satu-satu rangkaian cerita yang sebenarnya saling bersinambungan, hingga tidak lega rasanya jika belum menuntaskan cerita dalam novel. 

         Konflik-konfilik dalam cerita seperti mewakili beragam konflik yang sering dialami oleh kebanyakan remaja saat ini. Bukan hanya masalah percintaan, tapi juga masalah keluarga dengan jumlah anggota keluarga yang banyak disertai macam-macam kerumitan di dalamnya. Hubungan antar tokoh pun terjalin hangat dengan sendirinya seiring berjalannya cerita. Satu persatu, karakter-karakter tokoh mulai nampak kuat, sehingga mudah diingat.

         Pembaca juga disuguhkan dengan dialog-dialog tokoh yang sering membuat tersenyum, bahkan tertawa. Dialog-dialognya tidak monoton seperti novel terjemahan pada umumnya, “P.S. I Like You” benar-benar disiapkan untuk pembaca remaja dengan bahasa dan alur yang sama sekali tidak membingungkan. 

         Penggambaran cerita yang dituliskan oleh Kasie West juga detail. Seolah-olah pembaca berada di depan sebuah layar monitor bergerak. Imajinasi pembaca dipaksa untuk bergerak mengikuti setiap adegan yang terjadi dalam novel. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa gaya penulisannya kuat. Mungkin tidak sedetail beberapa novel sastra, tapi sangat cukup memberikan imajinasi kuat kepada pembaca.

         Walaupun alur cerita mudah ditebak, penulis benar-benar berhasil membuat pembaca tersipu dengan adegan-adegan dalam cerita. Namun, karena novel ini merupakan novel terjemahan, ada pula beberapa adegan yang merupakan tradisi budaya barat dan tidak pantas ditiru oleh remaja Indonesia. Sebagus apapun buku yang dibaca, kekurangan itu akan selalu ada. Para pembaca, khususnya remaja, hendaknya bisa menyikapi dengan bijak dan menyeleksi yang pantas dan tidak pantas dilakukan sesuai dengan etika yang berlaku dalam masyarakat Indonesia.
What do you think? :

0 Creat Your Opinion:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Translate

Search This Blog

よろしく!

My photo
Suka banget sama segala jenis buku, mau buku gambar, buku kosong, buku matematika, fisika juga oke, tapi gak perlu ngomongin nilai lah ya hehe. Suka dunia tulis-menulis sejak di Lauhul Mahfudz dan lagi gandrung banget nulis kata-kata baper padahal nggak kenapa-napa.

はじめまして !

ラトナジュウィタです、よろしくお願いします!
参加することはありがとうございました。 \(^o^)/ 楽しみてね 😘

友達になろう 😃

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda

Popular Posts

Powered by Blogger.

Atsuko Maeda (前田敦子)

Atsuko Maeda (前田敦子)
(ex member AKB48)
small rss seocips Music MP3
Hold my hand

Copyright © Ratna_Juwita 48 | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com