Tuesday, December 05, 2017

Review Singkat : Gerbang Dialog Danur karya Risa Sarasvati

Sumber gambar: https://www.google.co.id

Ratna Juwita

Judul               : Dialog Gerbang Danur
Penulis             : Risa Saraswati
Tanggal Terbit : Maret, 2017
Penerbit           : Bukune
Tebal               : 224 hlm.

Akhirnya setelah mengendap beberapa hari, novel ini kubaca juga dan kuselesaikan dalam dua hari (dengan jeda belasan jam karena pusing). Isi kepalaku ribut sekali mengkritisi konflik-konflik dalam buku. Secara keseluruhan, novel ini bercerita mengenai pengarang (Risa Saraswati) dan pengalaman-pengalaman spiritual yang dilalui berkat kemampuannya yang bisa melihat makhuk-makhluk tak kasat mata.

Hantu yang dilihatnya pertama kali adalah anak kecil berumur sekitar 13 tahun bernama Peter, kemudian disusul hantu-hantu kecil lainnya seperti Hans, Hendrick, William, dan Janshen. Kelima hantu anak-anak itu adalah anak-anak berdarah Belanda yang hidup pada masa penjajahan dan mati dibunuh oleh tentara Jepang. Kelima hantu anak-anak inilah yang paling berkesan bagi Risa dan sudah dianggapnya sahabat.

Kisah-kisah dalam buku ini merupakan penggalan kisah kematian dari hantu-hantu yang ditemui Risa. Awalnya, ia senang dengan kemampuannya melihat karena ia bisa berteman dengan banyak hantu yang baik. Namun, sejak kepergian 5 teman kecilnya karena suatu hal, setelah beranjak dewasa, Risa jadi sering melihat hantu-hantu mengerikan yang tak jarang mengganggunya, bahkan merasukinya.

Kisah-kisah dalam buku ini sangat menyentuh dan menginspirasi karena mengandung amanat-amanat bagi orang yang masih hidup agar tak mengulangi kesalahan yang sama seperti hantu-hantu yang menyesal itu. Namun, beberapa hantu tidak digambarkan dengan jelas, hanya digambarkan dengan kata ‘mengerikan’. Kadang aku juga penasaran dengan wujud yang tak digambarkan oleh penulis dengan detail, walaupun takut juga saat membacanya.

Sempat jeda membaca karena pergolakan batin dan logikaku dalam menyelami isi buku. Sempat juga bertanya-tanya hilangnya arah cerita sejak ketiadaan lima hantu anak-anak yang sebenarnya paling menarik minatku untuk lanjut membaca. Namun, akhirnya kulanjutkan juga dan sangat puas dengan ending-nya.

Mataku juga acap kali dipaksa berkaca-kaca karena kisah tragis hantu-hantunya. Kini, sudut pandangku dalam memaknai hidup juga berubah seperti Risa. Meskipun begitu, aku tak ingin memiliki kemampuan seperti Risa. Tidak bisa melihat hantu saja aku sudah sering ketakutan apalagi jika bisa melihat dan memiliki pengalaman yang tidak jarang mengerikan sepertinya.
Bagi kalian yang suka misteri dan horror sangat direkomendasikan membaca buku ini walaupun mungkin sebagian dari kalian sudah pernah menonton filmnya. Bagi yang tidak suka horror, buku ini tetap kurekomendasikan karena isinya tak hanya horror, tetapi juga mengandung pesan inspiratif. 

Kuberikan bulan 5,5/7 untuk buku ini.

Malang, 16 Juni 2017
What do you think? :

0 Creat Your Opinion:

Post a Comment

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Translate

Search This Blog

よろしく!

My photo
Suka banget sama segala jenis buku, mau buku gambar, buku kosong, buku matematika, fisika juga oke, tapi gak perlu ngomongin nilai lah ya hehe. Suka dunia tulis-menulis sejak di Lauhul Mahfudz dan lagi gandrung banget nulis kata-kata baper padahal nggak kenapa-napa.

はじめまして !

ラトナジュウィタです、よろしくお願いします!
参加することはありがとうございました。 \(^o^)/ 楽しみてね 😘

友達になろう 😃

Total Pageviews

Blinking Cute Box Panda

Popular Posts

Powered by Blogger.

Atsuko Maeda (前田敦子)

Atsuko Maeda (前田敦子)
(ex member AKB48)
small rss seocips Music MP3
Hold my hand

Copyright © Ratna_Juwita 48 | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com